Senin, 13 Januari 2014

RAHMATULLAH AKBAR

بسم الله الرحمن الرحيم

 
Amalan Rahmatullah Akbar ( Rohmat Yang Paling Agung ) adalah Suatu “Amalan Rahasia” Seputar Tafsir Al Fatihah tentang Puji Qodim Bagi Qodim dan Bagaimana cara mengamalankannya. Amalan Rahmatullah Akbar.
Pengamalnya disebut Rahmatullah Akbar Wajhah. Dan persaudaraan pengamal ini disebut Ikatan Persaudaraan Rahmatullah Akbar Wajhah ( IP-RAW )
Sejarah amalan ilmu ini disebarkan oleh Kholifah Muhamamd Abdul Karem Rahmatullah Akbar Wajhah yang biasa disingkat Kholifah Muhammad Abdul Karem RAW. Di terima saat lailatul Qodar malam 21 Ramadlan 2003, Pada posisi Alif,  Atas kehendak Allah SWT.


DALIL – DALIL RAHMATULLAH AKBAR

ALAM SEMESTA BESERTA ISINYA BERJAMAAH SEREMPAK BERSUJUD KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA
Dalil dari Al Qur’an
1.      Surah  Al A’raf 7 : 206
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud

2.      Surah  Ar Ra’du 13:15
Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

3.      Surah An Nahl 16:50
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)

4.      Surah Al Israa’ 17:109
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu´.

5.      Surah Maryam 19:58
Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

6.      Surah Al Hajj 22:18
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki

7.      Surah Al Hajj 22: 77
Hai orang-orang yang beriman, ruku´lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan

8.      Surah Al Furqaan 25:60
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang”, mereka menjawab: “Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?”, dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

9.      Surah  An Naml 27:26
Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ´Arsy yang besar”.

10.  Surah As Sajdah 32:15
Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong

11.  Surah Shaad 38:24
Daud berkata: “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat

12.  Surah Al Fushilat 41:38
Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

13.  Surah An Najm 53:62
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).


14.  Surah  Al Insyiqaq 84:21
dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,

15.  Surah Al ‘Alaq 96:19
Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).


Dalil dari Hadis – Hadis dan Kisah Kenyataan
Hadis ke-1
Dari Muaz, Rasulullah SAW bersabda:
“Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya, wahai Muaz!”
Jawabku, “Ya, Sayidil Mursalin.”
Sabda Rasulullah SAW, “Sekarang aku akan menceritakan sesuatu kepadamu yang apabila engkau hafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau engkau lupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai alasan di hadapan Allah kelak.”
“Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dari bumi. Setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut ukuran pintu dan keagungannya.”
“Maka malaikat yang memelihara amalan si hamba (malaikat hafazah) akan naik ke langit membawa amal itu ke langit pertama. Penjaga langit pertama akan berkata kepada malaikat Hafazah,
“Saya penjaga tukang mengumpat. Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya karena saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang mengumpat”.
“Esoknya, naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata,
“Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya sebab dia beramal karena mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya amalan itu ditahan jangan sampai lepas ke langit yang lain.”
“Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit ketiga berkata, “Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya kerana dia seorang yang sombong.”
Rasulullah SAW meneruskan sabdanya, “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata,
“Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya. Dia seorang yang ujub. Allah memerintahkan aku menahan amalan si ujub.”
Seterusnya amalan si hamba yang lulus ke langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain. Tetapi di pintu langit penjaganya berkata,
“Itu adalah amalan tukang hasad. Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya. Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan kembali ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.”
Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata,”Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan kembali amalan yang indah itu ke muka pemiliknya karena dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang dapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan itu jangan melintasi langit ini.”
Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang dapat lepas hingga ke langit ketujuh. Cahayanya bagaikan kilat, suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah shalat, puasa, sedekah, jihad, warak dan lain-lain.
Tetapi penjaga pintu langit berkata, “Saya ini penjaga sum’ah (ingin kemasyhuran).  Sesungguhnya si hamba ini ingin termasyhur dalam kelompoknya dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh
dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan itu jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riya’. Allah tidak akan menerima dan mengabulkan orang-orang yang riya’.”
Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni solat, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan mulia serta zikir pada Allah. Amalan itu diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadirat Allah SWT.
Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.
Tetapi firman Tuhan,
“Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pemilik hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak bisa menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui.”
“Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi.”
“Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan Pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya ini?”
“Laknat-Ku tetap padanya.”
Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata:
“Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.”
Dan semua yang di langit turut berkata,”Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat.”
Bersabda Rasulullah SAW kepada Mu’az bin Jabal :
“ Mu’az, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah SWT. Cukuplah untuk menghindari semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci bila sesuatu yang dibenci olehmu terjadi pada  orang lain. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar dari api neraka “
Sayidina Muaz (yang meriwayatkan hadist ini) kemudian menangis terisak-isak dan berkata,
“Ya Rasulullah, bagaimana aku dapat selamat dari apa yang diceritakan
ini?”
Sabda Rasulullah SAW, “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”
Muaz bertanya kembali,”Ya, tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanyalah si Muaz bin Jabal, bagaimana saya dapat selamat dan bisa lepas dari bahaya tersebut?”
Bersabda Rasulullah, “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain.”
“Jangan riya’ dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu, jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan, jangan mengoyak perasaan orang lain dengan mulutmu, karena kelak engkau akan dikoyak-koyak oleh anjing-anjing neraka jahanam.”
Sebagaimana firman Allah yang bermaksud,”Di neraka itu ada anjing-anjing yang mengoyak badan manusia.”
Muaz berkata, “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”
Jawab Rasulullah SAW, “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah SWT. Cukuplah untuk menghindari semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri” dan benci bila sesuatu yang dibenci olehmu terjadi pada orang lain. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar dari api neraka.”
Hadis ke-2
Sebagaimana kisah salah satu murid Nabi Musa As yang kesehariannya hanya berzikir di Gua, sampai gua itu bersinar, namun ketika Nabi Musa bertanya kepada Allah Swt, mau dimasukkan kemana murid saya yang setiap hari hanya berzikir kepada-Mu, lalu Allah Swt menjawab, akan dimasukkan ke neraka. Kemudian hal itu disampaikan oleh Nabi Musa kepada muridnya, dengan sedih muridnya harus menerima kenyataan itu, namun ia memberikan syarat jika ia dimasukkan neraka, maka tolong “tubuhnya dibesarkan sampai memenuhi neraka, sehingga tak ada manusia lain yang bisa masuk neraka” saat itu juga Allah Swt menjanjikan Surga kepada murid Nabi Musa itu.
Kisah ke-3
Suatu malam ‘Aisyah melihat suaminya, Rosulullah saw sedang asyik menjalankan sholat malam. Lama sekali beliau berdiri, ruku’ dan sujud. Manakala beliau berdoa bergemuruh dari dalam dadanya, “bergetar seluruh badannya, dan tumpah seluruh air matanya” Malam itu Rosululloh benar-benar tenggelam dalam munajat kepada Allah SWT. Melihat hal itu ‘Aisyah merasa iba, kemudian bertanya, ‘Wahai, bukankah Anda seorang Rasul, kekasih Alloh? Bukankah Anda seorang yang ma’shum, yang dihindarkan dari berbuat salah dan dosa? Bukankah Anda seorang yang segala doanya dikabulkan oleh Alloh? Jika demikian, kenapa Anda bersusah-payah berdiri di malam hari sampai kakinya bengkak, menangis hingga matanya sembab?’
Rosululloh hanya menjawab pendek, ‘Tidak pantaskah jika aku menjadi hamba yang bersyukur?’.

 


IKATAN PERSAUDARAAN RAHMATULLAH AKBAR WAJHAH
Kantor Pusat : Jl Delima RT 51 No 03, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Madya, Samarinda. Kutai Karta Kertanegara , Kode Pos : 75123 hp. 085337609896 
 
Syukur Kamil adalah Kewajiban Seluruh Alam Semesta, Puncaknya mensyukuri Adanya ALLAH Azza Wa Jalla dan Mensyukuri MartabatNya Sebagai Tuhan Pencipta Alam Semesta, Kami bersyukur Berwakil & Berjamaah KepadaNya Sejak Qodim hingga Baqo kekal Abadi Sebanyak Ilmu pengetahuanNya Syukur ALLAH Azza Wa Jalla. 

PUJI QODIM BAGI QODIM Adalah Puncak Syukur Kamil yang hanya bisa di raih dengan Berwakil dan berjamaah dengan ALLAH Azza Wa Jalla.

ALLAH Azza Wa Jalla Maha Qodim, Maha Suci dan Maha Sempurna, Maka Hanya Yang Maha Qodim, Maha Suci dan Maha Sempurna Yang Layak dan Pantas di Persembahkan kepadaNya.

“ Ya Robby, Hamba Berwakil kepadaMu, Wakili hamba Memuji Engkau Sejak Qodim hingga Kekal SelamaNya, Dengan Pujian Engkau Sesuci DZAT ALLAH SWT MENSUCIKAN DZAT ALLAH Azza Wa Jalla”

 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar