Amalan Rahmatullah Akbar ( Rohmat Yang
Paling Agung ) adalah Suatu “Amalan Rahasia” Seputar Tafsir Al Fatihah tentang
Puji Qodim Bagi Qodim dan Bagaimana cara mengamalankannya. Amalan Rahmatullah Akbar.
Pengamalnya disebut Rahmatullah Akbar
Wajhah. Dan persaudaraan pengamal ini disebut Ikatan Persaudaraan Rahmatullah
Akbar Wajhah ( IP-RAW )
Sejarah amalan ilmu ini disebarkan oleh
Kholifah Muhamamd Abdul Karem Rahmatullah Akbar Wajhah yang biasa disingkat
Kholifah Muhammad Abdul Karem RAW. Di terima saat lailatul Qodar malam 21
Ramadlan 2003, Pada posisi Alif, Atas
kehendak Allah SWT.
DALIL –
DALIL RAHMATULLAH AKBAR
ALAM SEMESTA
BESERTA ISINYA BERJAMAAH SEREMPAK BERSUJUD KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA
Dalil dari
Al Qur’an
1. Surah Al A’raf 7 : 206
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan
mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud
2. Surah Ar Ra’du 13:15
Hanya kepada
Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan
kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi
dan petang hari.
3. Surah An Nahl 16:50
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas
mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)
4.
Surah Al Israa’ 17:109
Dan mereka
menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu´.
5. Surah Maryam 19:58
Mereka itu
adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari
keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari
keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri
petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha
Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.
6.
Surah Al Hajj 22:18
Apakah kamu tiada
mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi,
matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata
dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah
ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak
seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia
kehendaki
7. Surah Al Hajj 22: 77
Hai orang-orang yang beriman, ruku´lah kamu,
sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat
kemenangan
8.
Surah Al Furqaan 25:60
Dan apabila
dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang”,
mereka menjawab: “Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud
kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?”, dan (perintah
sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).
9.
Surah An Naml 27:26
Allah, tiada
Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ´Arsy yang besar”.
10. Surah As Sajdah 32:15
Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya
kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat
itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula
mereka tidaklah sombong
11. Surah Shaad 38:24
Daud berkata:
“Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu
untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari
orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada
sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami
mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan
bertaubat
12. Surah Al Fushilat 41:38
Jika mereka
menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih
kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.
13.
Surah An Najm 53:62
Maka
bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).
14. Surah Al Insyiqaq
84:21
dan apabila Al
Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,
15. Surah Al ‘Alaq 96:19
Sekali-kali
jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu
kepada Tuhan).
Dalil dari Hadis – Hadis dan Kisah Kenyataan
Hadis ke-1
Dari Muaz,
Rasulullah SAW bersabda:
“Puji syukur ke
hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya, wahai
Muaz!”
Jawabku, “Ya,
Sayidil Mursalin.”
Sabda Rasulullah
SAW, “Sekarang aku akan menceritakan sesuatu kepadamu yang apabila engkau
hafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau engkau lupakan
(tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai alasan di hadapan
Allah kelak.”
“Hai Muaz, Allah
itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dari bumi. Setiap
langit ada satu malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit
dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut ukuran pintu dan keagungannya.”
“Maka malaikat
yang memelihara amalan si hamba (malaikat hafazah) akan naik ke langit membawa
amal itu ke langit pertama. Penjaga langit pertama akan berkata kepada malaikat
Hafazah,
“Saya penjaga tukang
mengumpat. Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya karena saya
diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang mengumpat”.
“Esoknya, naik
lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya
berkata,
“Lemparkan kembali
amalan itu ke muka pemiliknya sebab dia beramal karena mengharapkan keduniaan.
Allah memerintahkan supaya amalan itu ditahan jangan sampai lepas ke langit
yang lain.”
“Kemudian naik
lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah.
Penjaga langit ketiga berkata, “Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya
kerana dia seorang yang sombong.”
Rasulullah SAW
meneruskan sabdanya, “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba
ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata,
“Lemparkan kembali
amalan itu ke muka pemiliknya. Dia seorang yang ujub. Allah memerintahkan aku
menahan amalan si ujub.”
Seterusnya amalan
si hamba yang lulus ke langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan
jihad, haji, umrah dan lain-lain. Tetapi di pintu langit penjaganya berkata,
“Itu adalah amalan
tukang hasad. Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya.
Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya
dilemparkan kembali ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.”
Di langit keenam,
penjaga pintu akan berkata,”Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk
melemparkan kembali amalan yang indah itu ke muka pemiliknya karena dia tidak
pernah mengasihi orang lain. Kalau orang dapat musibah dia merasa senang. Sebab
itu amalan itu jangan melintasi langit ini.”
Malaikat Hafazah
naik lagi membawa amalan si hamba yang dapat lepas hingga ke langit ketujuh.
Cahayanya bagaikan kilat, suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah
shalat, puasa, sedekah, jihad, warak dan lain-lain.
Tetapi penjaga
pintu langit berkata, “Saya ini penjaga sum’ah (ingin kemasyhuran).
Sesungguhnya si hamba ini ingin termasyhur dalam kelompoknya dan selalu ingin
tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat
pengaruh
dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan itu jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riya’. Allah tidak akan menerima dan mengabulkan orang-orang yang riya’.”
dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan itu jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riya’. Allah tidak akan menerima dan mengabulkan orang-orang yang riya’.”
Kemudian malaikat
Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni solat, puasa, zakat,
haji, umrah, akhlak yang baik dan mulia serta zikir pada Allah. Amalan itu
diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga melintasi hijab-hijab dan sampailah
ke hadirat Allah SWT.
Semua malaikat
berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh
yang betul-betul ikhlas untuk Allah.
Tetapi firman
Tuhan,
“Hafazah sekalian,
pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pemilik hatinya dan Aku lebih mengetahui apa
yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku
dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi
tidak bisa menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui.”
“Aku melihat
segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung.
Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku
atas apa yang bakal terjadi.”
“Pengetahuan-Ku
atas orang yang terdahulu adalah sama dengan Pengetahuan-Ku atas orang-orang
yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan
amalannya ini?”
“Laknat-Ku tetap
padanya.”
Dan ketujuh-tujuh
malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata:
“Ya Tuhan, dengan
demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.”
Dan semua yang di langit turut berkata,”Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat.”
Dan semua yang di langit turut berkata,”Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat.”
Bersabda
Rasulullah SAW kepada Mu’az bin Jabal :
“ Mu’az, yang kami
ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah SWT. Cukuplah
untuk menghindari semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu
mengasihi dirimu sendiri dan benci bila sesuatu yang dibenci olehmu terjadi
pada orang lain. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan
terhindar dari api neraka “
Sayidina Muaz
(yang meriwayatkan hadist ini) kemudian menangis terisak-isak dan berkata,
“Ya Rasulullah,
bagaimana aku dapat selamat dari apa yang diceritakan
ini?”
ini?”
Sabda Rasulullah
SAW, “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”
Muaz bertanya
kembali,”Ya, tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanyalah si Muaz bin Jabal,
bagaimana saya dapat selamat dan bisa lepas dari bahaya tersebut?”
Bersabda
Rasulullah, “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah
lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh
dengan aib maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain.”
“Jangan riya’
dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang
mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika
disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada
orang lain nanti luput amalanmu dunia dan akhirat dan jangan berkata kasar
dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu, jangan mengungkit-ungkit
apabila membuat kebaikan, jangan mengoyak perasaan orang lain dengan mulutmu,
karena kelak engkau akan dikoyak-koyak oleh anjing-anjing neraka jahanam.”
Sebagaimana firman
Allah yang bermaksud,”Di neraka itu ada anjing-anjing yang mengoyak badan
manusia.”
Muaz berkata, “Ya
Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”
Jawab Rasulullah
SAW, “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh
Allah SWT. “Cukuplah untuk menghindari semua itu, kamu
menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri” dan benci bila
sesuatu yang dibenci olehmu terjadi pada orang lain. Kalau begitu kamu akan
selamat dan dirimu pasti akan terhindar dari api neraka.”
Hadis ke-2
Sebagaimana kisah salah
satu murid Nabi Musa As yang kesehariannya hanya berzikir di Gua, sampai gua
itu bersinar, namun ketika Nabi Musa bertanya kepada Allah Swt, mau dimasukkan
kemana murid saya yang setiap hari hanya berzikir kepada-Mu, lalu Allah Swt
menjawab, akan dimasukkan ke neraka. Kemudian hal itu disampaikan oleh Nabi
Musa kepada muridnya, dengan sedih muridnya harus menerima kenyataan itu, namun
ia memberikan syarat jika ia dimasukkan neraka, maka tolong “tubuhnya dibesarkan sampai memenuhi neraka, sehingga tak ada manusia
lain yang bisa masuk neraka” saat itu juga Allah Swt menjanjikan Surga
kepada murid Nabi Musa itu.
Kisah ke-3
Suatu malam ‘Aisyah melihat suaminya, Rosulullah saw
sedang asyik menjalankan sholat malam. Lama sekali beliau berdiri, ruku’ dan
sujud. Manakala beliau berdoa bergemuruh dari dalam dadanya, “bergetar seluruh badannya, dan tumpah seluruh air matanya”
Malam itu Rosululloh benar-benar tenggelam dalam munajat kepada Allah SWT.
Melihat hal itu ‘Aisyah merasa iba, kemudian bertanya, ‘Wahai, bukankah Anda
seorang Rasul, kekasih Alloh? Bukankah Anda seorang yang ma’shum, yang dihindarkan dari
berbuat salah dan dosa? Bukankah Anda seorang yang segala doanya dikabulkan
oleh Alloh? Jika demikian, kenapa Anda bersusah-payah berdiri di malam hari
sampai kakinya bengkak, menangis hingga matanya
sembab?’
Rosululloh hanya menjawab pendek, ‘Tidak
pantaskah jika aku menjadi hamba yang bersyukur?’.
IKATAN PERSAUDARAAN RAHMATULLAH AKBAR WAJHAH
Kantor Pusat : Jl
Delima RT 51 No 03, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Madya, Samarinda.
Kutai Karta Kertanegara , Kode Pos : 75123 hp. 085337609896
Syukur Kamil
adalah Kewajiban Seluruh Alam Semesta, Puncaknya mensyukuri Adanya ALLAH Azza
Wa Jalla dan Mensyukuri MartabatNya Sebagai Tuhan Pencipta Alam Semesta, Kami
bersyukur Berwakil & Berjamaah KepadaNya Sejak Qodim hingga Baqo kekal
Abadi Sebanyak Ilmu pengetahuanNya Syukur ALLAH Azza Wa Jalla.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar