Minggu, 19 Januari 2014

PENGANGKATAN KHOLIFAH RAHMATULLAH AKBAR WAJHAH DAN AMIRUL FUQORO


بسم الله الرحمن الرحيم

 
Apa itu Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah ?
Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah adalah Hamba ALLAH,Yang ALLAH Azza Wa Jalla Ciptakan, Yang  berdakwah ke Seluruh Alam Semesta dan isinya, untuk Mengajak mengakui, Merasakan dan Menyukuri adannya Nikmat Kamil, Nikmat Kamil menurut Seluruh Ilmu PengetahuanNya ALLAH SWT dan Bersyukur dengan Seluruh Ilmu Pengetahuan Syukurnya ALLAH Azza Wa Jalla, dengan cara berjamaah dengan Alam Semesta dan isinya, Nur Muhammad, Nur ALLAH, dan Dzat ALLAH atau Berwakil Kepada ALLAH Azza Wa Jalla BersyukurNya dan Puncak Nikmatnya Bersyukur adanya ALLAH SWT dengan Martabat Kedudukannya, Sebagai Tuhan Pencipta Semesta Alam.
Seorang Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah juga Bertugas Mewakili Seluruh Makluk ALLAH SWT, tanpa terkecuali, Seluruh Alam Semesta dan isinya untuk Bersyukur Kamil dengan Puncaknya syukurnya , Bersyukur adanya ALLAH SWT dengan Martabat Kedudukannya, Sebagai Tuhan Pencipta Semesta Alam.
Pengangkatan Jamaah Rahmatullah Akbar menjadi Kholifah di lakukan dengan Syarat dan ketentuan sebagai berikut :
      1.  Lulus Pelatihan Zikir Rahmatullah Akbar selama 7 hari.
      2. Mendapat isyaroh lewat Solat istikaroh oleh Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah
      3.  Bersedia menjadi Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah
       4. Di Ijasahkan oleh Seorang Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah
      5 Di Ijasahkan oleh Muasis Rahmatullah Akbar Wajhah
           6.   Solat hajat minta Ridlo ALLAH SWT untuk di Ijasahkan/di sahkan  Oleh Sayyid Muhammad Akbar
          7. Solat hajat minta Ridlo ALLAH SWT untuk di ijasahkan/di sahkan  Oleh Baginda Rosulullah SAW
           8Solat hajat minta Ridlo ALLAH SWT untuk di Ijasahkan/di sahkan  Oleh Nur Muhammad
          9. Solat hajat minta Ridlo ALLAH SWT untuk di Ijasahkan di sahkan  Oleh Nur ALLAH
       10. Solat hajat minta Ridlo ALLAH SWT untuk diI ijasahkan/di sahkan Oleh Dzat ALLAH Azza Wa Jalla. 

Bagaimana caranya Mengijasahkan sebagai seorang Kholifah ?
A.      CARA BERJABAT TANGAN

1.       Persiapan Zikir adalah tenang, Baca Syahadat, istighfar, Solawat sejak Qodim hingga Baqo secara Berjamaah 3x.
intinya adalah pengakuan diri ini Maha Hina / Sampah / Najis di sisi ALLAH SWT

2.       Dipegang tangan jamaahnya dan zikir sampai merasakan ZAUQ nya dengan Keimanan Maqom “Zikir Kamalul Yaqin”, bahwa semua Nikmat ALLAH SWT telah di syukuri berjamaah dengan Alam Semesta dan isinya, Nur Muhammad, Nur ALLAH, dan Dzat ALLAH atau Berwakil Kepada ALLAH Azza Wa Jalla BersyukurNya dan Puncak Nikmatnya Bersyukur adanya ALLAH SWT dengan Martabat Kedudukannya, Sebagai Tuhan Pencipta Semesta Alam.
( Umumnya telah berzikir Minimal 21 menit )

3.       Kemudian Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah Mengucapkan  “ Ya Robby, La Ilaha Illa Anta, Subhanaka , Iya Kana Budu Wa Iya Kanas ta’in” Hamba yang Penuh dosa  dan Maha Hina Di sisiMu, Mohon MukjizatMu, izinkan hamba-hambamu di depan hamba ini, Bersyukur Kamil BersamaMu sejak Qodim hingga Baqo dan hamba Serahkan Padamu mulai saat ini, Berwakil Syukur Kamil, Puji Qodim Bagi Qodim PadaMu, hingga Kekal selamanya, karena ALLAH SWT, Oleh ALLAH SWT dan Untuk ALLAH, “NyataNya”, La Haula Wa La Quwata ILLa Billahil Aliyil Adhiem,  ALLAHU AKBAR – ALLAHU AKBAR –ALLAHU AKBAR.

4.       Kemudian Jamaah Rahmatullah Akbar Wajhah, mengucapkan, “Qobiltu, Saya terima karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH Azza Wa Jalla” - La Haula Wa La Quwata ILLa Billahil Aliyil Adhiem.
5.       Doa Selesai.

B.      CARA MENIUP UBUN-UBUN / JANTUNG HATI.
1.       Persiapan Zikir adalah tenang, Baca Syahadat, istighfar, Solawat sejak Qodim hingga Baqo secara Berjamaah 3x.  
intinya adalah pengakuan diri ini Maha Hina / Sampah / Najis di sisi ALLAH SWT

2.       Dipegang kepala jamaahnya dan zikir sampai merasakan ZAUQ nya dengan Keimanan Maqom “Zikir Kamalul Yaqin”, bahwa semua Nikmat ALLAH SWT telah di syukuri berjamaah dengan Alam Semesta dan isinya, Nur Muhammad, Nur ALLAH, dan Dzat ALLAH atau Berwakil Kepada ALLAH Azza Wa Jalla BersyukurNya dan Puncak Nikmatnya Bersyukur adanya ALLAH SWT dengan Martabat Kedudukannya, Sebagai Tuhan Pencipta Semesta Alam.
( Umumnya telah berzikir Minimal 21 menit )

3.       Kemudian Kholifah Rahmatullah Akbar Wajhah Mengucapkan  “ Ya Robby, La Ilaha Illa Anta, Subhanaka , IyyaaKa na'budu Wa IyyaaKa nasta’in” Hamba yang Penuh dosa  dan Maha Hina Di sisiMu, Mohon MukjizatMu, izinkan hamba-hambamu di depan hamba ini, Bersyukur Kamil BersamaMu sejak Qodim hingga Baqo dan hamba Serahkan Padamu mulai saat ini, Berwakil Syukur Kamil, Puji Qodim Bagi Qodim PadaMu, hingga Kekal selamanya, karena ALLAH SWT, Oleh ALLAH SWT dan Untuk ALLAH, “NyataNya”, La Haula Wa La Quwata ILLa Billahil Aliyil Adhiem,  ALLAHU AKBAR – ALLAHU AKBAR –ALLAHU AKBAR.

4.       Kemudian Jamaah Rahmatullah Akbar Wajhah, mengucapkan, “Qobiltu, Saya terima karena ALLAH SWT dan Untuk ALLAH Azza Wa Jalla” - La Haula Wa La Quwwata ILLa Billahil Aliyyil Adhiem.
5.       Doa Selesai.

بسم الله الرحمن الرحيم

Apa itu AMIRUL FUQORO ?
Amirul Fuqoro adalah Hamba ALLAH yang bertugas mengatur masalah Keuangan / Finansial / Perkembangan Pembangunan Jamaah Rahmatullah Akbar, dengan Tujuan Akhir Masa Ke-Emas-an islam Akhir Zaman ( Di Bidang Ekonomi dan Spiritual )
Amirul Fuqoro juga Mengatur semua Badan Usaha / Jenis- Jenis Usaha / Yayasan dll.
Siapa yang boleh menjadi Amirul Fuqoro ?
1.       Amirul Fuqoro dipilih  Kholifah.
2.       Ketentuan Tentang Tugas dan Wewenang Amirul Fuqoro akan diatur oleh SOP / Peraturan  terpisah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kamis, 16 Januari 2014

MASJID SYAFAAT AKBAR AKHIR ZAMAN


بسم الله الرحمن الرحيم


 

MASJID SYAFAAT AKBAR AKHIR ZAMAN adalah Nama Masjid yang akan dibuat Serempak Satu Nama di Seluruh Semesta Alam ini.  Insya Allah dibangun  Bertahap / Serempak dengan Model dan Bentuk Serta Minimal Fasilitasnya seperti berikut :
1.       Aula & Asrama untuk Para Penghafal Qur’an.
2.       Aula & Asrama untuk Para Suluk Zikir Rahmatullah Akbar untuk Menjadi Kholifah.
3.       Aula & Asrama untuk Para Pasien Rehabilitasi.
4.       Aula & Asrama Untuk Para Yatim Piatu / Faqir Miskin.
5.       Aula & Asrama untuk Para Pengusaha BUMU.

Selain aula & Asrama juga dibuatkan fasilitas umum yang menopang ekonomi Persaudaraan Rahmatullah Akbar Wajhah.

                     1.          Pabrik AMDK – Air Syafaat / Air Telaga Kautsar.

Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga. Dan mereka saling membanggakan siapakah yang telaganya paling banyak dikunjungi. Aku berharap telagakulah yang paling banyak pengunjungnya.

2.      Mini Market / Swalayan.
3.      Travel Haji dan Umroh.
4.      Kantor – Kantor BUMU.
Kegiatan di Masjid Syafaat Akbar Akhir Zaman adalah:
1.      Suluk  dan Menghafal Qur’an
2.      Membuat Air Syafaat Rahmatullah Akbar kemudian untuk dikirim Ke seluruh Alam Semesta dan isinya, Yang harapannya menjadi Rahmatan Lil Alamin, siapapun yang meminumnya mendapat barokah air Mukjizat Air Syafaat Rahmatullah Akbar.
Komposisi Air Syafaat Rahmatullah Akbar:
Air Syafaat Rahmatullah Akbar adalah campuran komposisi beberapa air yang telah diberkahi oleh ALLAH Azza Wa Jalla, dari Sifat Penciptaannya / karena didoakan oleh Rosulullah SAW dan oleh orang-orang Soleh.
1.      Air Zam-Zam : Di Ambil di Sumur Jaronah, dibawa Tawaf  dan Wukuf di Arofah dalam ibadah Umroh dan Haji.
2.      Rambut Rosulullah SAW yang diwariskan keturunan beliau : Di dunia manapun ada habaib / Waliyullah yang memegang warisan Rambut Rosulullah SAW didatangi dan minta air rendaman rambut Rosulullah SAW.
3.      Air Zam-Zam dibacakan Khataman Qur’an & Kalamullah
4.      Air Zam-Zam dibacakan Zikir Syukur Kamil dan Semua Zikir Rahmatullah Akbar
5.      Air Zam-Zam dibacakan Asma’ul Husna.
6.      Air Hujan
7.      Mata Air
8.      Air Salju
9.      Air Laut
10.  Air Sungai
11.  Air Embun
Serta “Air Doa” Munajat  di mohonkan Kepada Allah SWT, Agar Allah SWT berkenan memberikan “Saripati air dan Saripati Nur”  penuh keberkahan Seperti yang telah dianugrahkan kepada :
1.      Air Ainul Hayat
2.      Air Telaga Kautsar
3.      Air Susu Syurga
4.      Air Madu Syurga
5.      Air Salsabil
6.      Air Zam-Zam
7.      Air Nur
Selain komposisi di atas ditambah dengan komposisi air ibadah Spiritual, harapannya insya Allah yang menjadi Ruh Safaat Rahmatullah Akbar ini.
1.      Air Mata Taubat
2.      Air Mata Syukur
3.      Air Mata Tauhid
4.      Air Mata Takbir
5.      Air Mata Tasbih
6.      Air Mata Solawat
7.      Air Mata Kalamullah
Air Mata yang dikeluarkan Penuh Rasa Takut dan Harap Kepada ALLAH Azza Wa Jalla.
Air Mata yang dikeluarkan Penuh Rasa Malu Kepada ALLAH Azza Wa Jalla.
Air Mata yang di keluarkan Penuh Cinta dan Rindu Kepada ALLAH Azza Wa Jalla dan Rosulullah SAW.
  
Dalil ke-1
Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya.”
Dalam sebuah kitab Daqa’iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, “Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, barang siapa yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu.”
Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut.”

Dalil ke-2
Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyala api yang sangat dahsyat gemuruhnya, hingga semua umat menjadi berlutut karena tak sanggup menahan ketakutannya.
Allah S.W.T berfirman, “Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan.” (Surah al-Jatsiyah ayat 28)
Ketika mereka menghampiri neraka, mereka mendengar gemuruh api neraka yang suaranya sudah dapat mulai didengar sejarak 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang, bahkan para nabi sekalipun akan berucap, “Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah), kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata, “Umatku, umatku.”
Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, “Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali.”
Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak segera kembali, lalu malaikat Jibril berkata, “Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W”
Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. “Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya.” Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu. Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. “Wahai Jibril, Apakah air itu?” Maka Jibril berkata, “Itulah air mata orang durhaka di kalangan umatmu yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu.” Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.
Telah bersabda Rasulullah S.A.W, ” Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ada lagi air mata.”


Selasa, 14 Januari 2014

BIOGRAFI MUASSIS RAHMATULLAH AKBAR WAJHAH.

بسم الله الرحمن الرحيم

Subhanallah.....
Dengan niat untuk memuji ALLAH SWT atas segala kebesaranNya dan Segala KuasaNya, Muasis Rahmatullah Akbar Wajhah menulis Secuil Pengalaman hidup yang harapannya dapat menjadi motivasi bagi semua orang untuk memuji ALLAH SWT.
Dalam setiap Munajat, beliau senantiasa berdoa
 “ Ya Robby, Berbahagialah Engkau Punya Baginda Rosulullah SAW, yang Mak’sum, tidak pernah punya salah dan dosa, Sehingga Pujian yang di berikan ke Engkau Sempurna”  dan Seluruh Alam Semesta beserta isinya Memuliakan beliau, di dunia dan akerat”
“Ya Robby, Jika ada satu orang hamba yang wajib hamba Cemburui dialah Baginda Rosulullah SAW karena ke Mak’sum annya terhindar dari segala dosa sehingga Beliau tidak ada Rasa Malu Menyebut Nama Engkau” dengan seindah-indahnya Tasbih dan Pujian untuk Engkau”
“Ya Robby, Engkau telah Memiliki Seorang Hamba yang Mak’sum untuk memuji Engkau selamanya”
“Tidak lah Sempurna ciptaan Engkau ( menurut hamba yang dhoif ini ), sebelum engkau juga menciptakan Seorang Hamba dari Golongan Ahli Maksiat, yang akan menjadi Kholifah pemimpin Semua Ahli maksiat yang akan memuji Engkau Selamanya”
“Maka jadikan Hamba adalah kholifah dan pemimpin dari semua Ahli maksiat yang akan memuji Engkau dan Mengajak Semua Ahli maksiat Memuji Engkau Selamanya”
“Karena sesungguhnya Demi Hak Engkau, Segala Sesuatu Engkau Ciptakan berpasang-Pasangan’’
Sepertilah itu kurang lebih cemburunya Muasis Rahmatullah Akbar Wajhah, beliau mengakui Ke Anugrah ALLAH SWT yang di berikan kepada Junjungan Rosulullah SAW yaitu berupa ke-Agungan dan Kesucian Rosulullah SAW.
Rosulullah SAW adalah satu-satunya hamba ALLAH SWT yang mak’sum dan sangat suci sempurna, beliau pemimpin dari semua Para Nabi dan Para Waliyullah yang Suci.
Rosulullah SAW juga Pemimpin Semua alam semesta beserta isinya dalam memuji ALLAH SWT dan Pembawa agama islam yang sempurna, Agama Tauhid “La ilaha Illa ALLAH Muhammad Rosulullah”
Adapun doa Muasis Rahmatullah Akbar Wajhah adalah sekedar doa, yang semua hamba ALLAH juga bisa berdoa dengan caranya masing-masing.
Seperti kisah bumi dan langit yang saling memuji diri, dan merasa  paling baik. Bumi Mengatakan Paling Baik karena di tempati Para nabi dan Rosulullah SAW. Kemudian  Langit mengadu kepada ALLAH SWT agar baginda Rosulullah SAW ( Makluk termulia ) agar di isrokan ke Langit.
Subhanallah, Alhamdulillah, ALLAH SWT mengabulkan doa langit tersebut.
Di Awali doa tersebut, Muasis kemudian Minta Ridlo Ibu, Hj Aminah. Yaitu di jadikan Muasis dengan Ridlo ibu, ALLAH SWT berkenan Mencurahkan Seagung-agungNya RahmatNya dan RidloNya, SafaatNya. Untuk menjadi hamba Allah yang dapat Bersyukur Kamil / Bertasbih Kamil sebagai ibadah kepada ALLAH SWT serta mengajak semua ahli maksiat memuji ALLAH SWT sejak QODIM hingga BAQO kekal Selamanya.
Ridlo Ibu adalah Ridlo ALLAH SWT, berbekal hadis ini, maka di harapkan setiap jamaah Rahmatullah Akbar Wajhah , Segera minta Ridlo Ibunya Masing-masing. Ridlo Kamil, Ibadah Kamil sebagai hamba ALLAH SWT.
Sepanjang Perjalanan Haji bersama Ibunya, baik sewaktu tawaf atau wukuf di Arofah, Muasis hanya berdua dengan Ibunya, untuk munajat Minta Ridlo Ibunya.

Pendidikan Agama
Masa kecilnya Muassis Rahmatullah Akbar Wajhah belajar Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah atas izin ALLAH SWT.

Inilah silsilah beliau :
1.  Allah Azza Wa Jalla
2. Sayyidina Jibril AS
3. Sayyidina Muhammad SAW
4. Sayyidina Ali Karomahallu Wajha
5. Sayyidina Husein Rahmatullah
6. Syeh Ali Zaenal Abidin Rahmatullah
7. SyehMuhamad Al Baqir Rahmatullah
8. Syeh Jaqfar As Shodik Rahmatullah
9. SyehMusa Al Kadim Rahmatullah
10. Syeh Abu Hasan Ali Musa Ar ridlo Rahmatullah
11. Syeh Abu Hasan Al Hakari Rahmatullah
12. Syeh Abu Faroj Al Turtusi Rahmatullah
13. Syeh Abdul Wahid AT Tamimi Rahmatullah
14. Syeh Abu Hasan As Sibli Rahmatullah
15. Syeh Junaedi Al Bagdadi Rahmatullah
16. Syeh Sirri Saqti Rahmatullah
17. Syeh Maqruf Al Karhi Rahmatullah
18. Syeh Abu Said Al Mubarok Rahmatullah
19. Syeh Abdul Qodir Jaelani Rahmatullah
20. Syeh Abdul Aziz Rahmatullah
21. Syeh Muhammad Al Haetaki Rahmatullah
22. Syeh Samsudin Rahmatullah
23. Syeh Sarafudin Rahmatullah
24. Syeh Nurudin Rahmatullah
25. Syeh Abdul Fatah Rahmatullah
26. Syeh Usman Rahmatullah
27. Syeh Abdul Rohim Rahmatullah
28. Syeh Abu Bakar Rahmatullah
29. Syeh Yahya Rahmatullah
30. Syeh Hisamuddin Rahmatullah
31. Syeh Waliyuddin Rahmatullah
32. Syeh Muhammad Muroddi Rahmatullah
33. Syeh Samsudin Rahmatullah
34. Syeh Ahmad Hotib Sambas Rahmatullah
35. Syeh Ali Tholhah Rahmatullah
36. Syeh Zaenal Abidin Rahmatullah
37. Syeh Muhammad yahya Rahmatullah
38. Kholifah Muhammad Abdul Karem  Rahmatullah Akbar Wajhah.
Muasis Rahmatullah Akbar Wajhah Juga Belajar Torekoh Syadiliah atas izin ALLAH SWT
1.Allah Swt.
2. Jibril AS
3. Sayyidil Mursalin Imamil Anbiya’ Wal Atqiya’ Sayidina Muhammad Saw
4. Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radliallahu Anhum Ajma’in
5. Sayyidina Hasan bin Ali r.a
6. Sayyid Abu Muhammad Jabir
7. Sayyid Abu Muhammad Jabir
8. Sayyid Abu Muhammad Al-Ghozwaniy
9. Sayyid Abu Muhammad Fathus- Su’udi
10. Sayyid Sa’id dari Sayyid Sa’ad
11. Sayyid Abul Qasim Ahmad Al-Marwaniy
12. SayyidAbu Ishaq Ibrahim Al-Bashriy
13. Sayyid Zainuddin
14. Sayyid Syamsudin
15. Sayyid Nuruddin dari SayyidTajudin
16. Sayyid Fakhrudin
17. Sayyid Taqiyudin Al-Faqir
18. Sayyid Abdurrahman Al-Madaniy Al-Maghribiy
19. Sayyid ‘Abdus Salam bin Masyis
20. Sayyidisy Syaikh Abil Hasan Ali Asy-Syadziliy
21. Sayyid Abil ‘Abbas Al-Mursiy
22. Sayyid Abil Fath Al-Maidumiy
23. Sayyid Taqiyudin Al-Wasithi
24. Sayyid Al-Hafidh Al-Qasqalaniy
25. Sayyid Nur Al-Qorofiy
26. Sayyid Ali Al-Ajhuriy
27. Sayyid Muhammad Az-Zurqoniy
28. Sayyid Muhammad bin Al-Qasim As-Sakandariy


29. Sayyid Yusuf Adl-Dlaririy
30. Sayyid Muhammad Al-Bahitiy
31. Sayyid Ahmad Minatullah Al-Maliki Al-Aazhuriy
32. Sayyid Ali bin Thohir Al-Madaniy
33. Sayyid Sholeh Al-Mufti Al-Hanafi
34. Sayyid Habib Ahmad Nahrowiy Al-Makki
35. Sayyid Habib Muhammad Abdul Malik
36. Sayyid Al-Habib Muhammad Luthfiy bin Ali bin Hasyim bin Yahya
37. Kholifah Muhammad Abdul Karem Rahmatullah Akbar Wajhah.

Muassis Rahmatullah Akbar Wajhah Juga Belajar Thoriqoh Tijani atas izin ALLAH SWT
1. Allah Swt.
2. Jibril AS
3. Sayyidil Mursalin Imamil Anbiya’ Wal Atqiya’ Sayidina Muhammad Saw
4. Sayyid Abul Abbas Ahmad Attijani
6. Sayyid At-Thayyib bin Ahmad bin Thoyyib al-Wadzghiri r.a
7. Sayyid Idris Al-Iraqi Al-Hussaini Al-Tijani
8. Syeh Muhammad Muhyidin ( Cucu Syeh Kholil Bangkalan )
9. Kholifah Muhammad Abdul Karem Rahmatullah Akbar Wajhah.

Muassis Rahmatullah Akbar Wajhah juga belajar ilmu Mukjizat dan Syahadat Langit atas izin ALLAH SWT
1.       ALLAH SWT.
2.      Rosulullah SAW.
3.      Puang Andi Malarangeng.
4.      Kholifah Muhammad Abdul Karem Rahmatullah Akbar Wajhah.

SUBHANALLAH
Semua ilmu adalah milik ALLAH SWT, dan semua dipersembahkan untuk ALLAH Azza Wa Jalla.
Pada suatu masa dalam bulan Ramadlan malam ke 21 Ramadlan bertepatan 1423 H
Posisi Alif ( berdiri ) ada Nur Lailatul Qodar masuk ke Muasis dan ilmu itu saat ini di kenal dengan sebutan Rahmatullah Akbar dan Jamaah Pengamalnya di sebut Rahmatullah Akbar Wajhah.

Kisah - Kisah Berkaitan Dengan Beliau
1.      Menjadi Nur Yang Menerangi Seluruh Alam Semesta.

Suatu waktu beliau bermimpi, di dalam mimpinya beliau melihat semua Nur Semua Waliyullah di alam semesta ini.
Beliau melihat dirinya juga menjadi Nur seluruhnya, (tidak ada tubuh jasmaninya), kemudian beliau mendengar percakapan semua Waliyullah, mereka mengatakan bahwa inilah Nur alam semesta ini atau yang menerangi alam ini dari ku.
Beliau melihat bahwa Nur Semua Waliyullah tersebut Sebesar lilin dan Nur nya Muasis sebesar matahari yang menerangi alam semesta.
Nurnya Muasis di akui oleh semua Waliyullah, tapi beliau tersenyum dan diam saja.
 Hal ini kemudian Muasis tanyakan kepada ALLAH SWT lewat munajat dan doa.
Kenapa Pendiri-Pendiri Torekoh mengalami hal yang hampir mirip sama, melihat seluruh alam semesta adalah Nur darinya.
Maka di temukan jawaban lewat mimpi bahwa, Siapapun hamba ALLAH yang telah zikir di dalam Leburnya “Nur Muhammad” sampai hilang tubuhnya tenggelam di dalam Nur Muhammad, maka akan melihat semua Nur dari Alam Semesta ini, dan dia akan mengatakan bahwa semua Nur tersebut berasal darinya.
Pertanyaan Muasis selanjutnya
Apakah yang sebenar-benarnya terjadi ?
Bahwa yang sebenar-benarnya terjadi adalah bahwa Semua Nur di alam Semesta ini bukan Milik Muasis sama sekali, tapi Milik Nur Muhammad dan Nur Muhammad Milik ALLAH Azza Wa Jalla. SUBHANALLAH- ALHAMDULILLAH-ALLAHUAKBAR.
Perumpamaan Penjelasan di atas sbb.
Bagi Siapapun Hamba Allah yang di taruh di tengah-tengah matahari kemudian melihat bumi, maka akan menganggap bahwa  Nur atau Cahaya yang ada di bumi adalah berasal darinya, padahal salah, tapi sebenarnya adalah berasal dari Matahari. Subhanallah.

Dalam hal ini yang paling penting untuk jamaah Rahmatullah Akbar adalah
Jika Belajar suatu Thoriqoh, Ilmu Makrifat biasanya tidak jarang dijumpai ada yang Mengaku Wali Besar , Wali Quthub atau Rosulullah atau orang suci atau orang lebih Suci dan Alim dari sekalian Makhluq.
Sekali Lagi di Jamaah Rahmatullah Akbar Wajhah adalah kebalikannya, Bukan Mengaku Suci tapi malahan mengakui Paling Hina dari Seluruh Makhluq Allah.
Dengan dalil kalimat “SUBHANALLAH” Maha Suci Bagi ALLAH SWT saja, Sejak Qodim hingga Kekal SelamaNya.
Kita semua Maha Hina di sisi Maha SuciNya ALLAH Azza Wa Jalla, SUbhanallah – ALLAHU AKBAR.
Dalilnya adalah
Kalimat : “SUBHANALLAH” artinya Maha Suci Bagi ALLAH
Sifat Wajib di ALLAH SWT adalah Maha Suci
Sifat Mustahil di ALLAH SWT adalah Maha Hina / Maha kotor
Sifat Maha Sucinya sejak Qodim sampai Kekal Selamanya.
Sedangkan di dalam Tauhid Yang Menjadi Sifat Mustahil di ALLAH SWT, otomatis Menjadi Sifat Wajib di Makluk, Melekat di Makluk selamanya sejak di ciptakan sampai kekal abadi selamanya.
Karena Itu Jamaah Rahmatullah Akbar adalah Hamba-hamba ALLAH yang telah mengakui Maha Hinanya di Sisi ALLAH SWT.
Baik Yang Menjadi Muassis, Guru, Murid, Kholifah, Santri, semuanya sama rata, Semuanya telah Mengakui selamanya Maha Hina di Sisi ALLAH SWT.
2.  DiMimpikan oleh hamba ALLAH Memiliki Murid dari Masyriq hingga Maghrib.

Ada Seorang hamba ALLAH, yang pernah bermimpi bahwa MUASSIS memiliki murid dari Masyriq hingga Maghrib.

3.   DiMimpikan oleh Ayahnya, duduk di Kursi Singgasana di atas langit. 

Kisah ini diceritakan ke MuasSis 1 tahun sebelum orang tuanya Wafat, bahwa Orang tuanya, H. Ibrahim pernah bermimpi melihat Muasis duduk di Kursi atas Langit.

4.   Bermimpi di tugaskan untuk mengajak semua Ahli Maksiat memuji ALLAH SWT.

Kisah ini dialami Muassis Rahmatullah Akbar Wajhah bahwa beliau telah bermimpi di tugaskan untuk Mengajak semua hamba ALLAH memuji ALLAH SWT dengan pujian QODIM bagi QODIM, Sejak QODIM hingga BAQO Kekal Selamanya. 

Semua ilmu adalah milik ALLAH SWT, Semua kebesaran adalah Milik ALLAH SWT dan semua di persembahkan untuk ALLAH Azza Wa Jalla.
MUASSIS Adalah sebenar-benarnya Sampah dan Najis di sisi ALLAH SWT, bukan Waliyullah dan bukan orang suci, yang Butuh Ampunan, Rohmat dan Ridlo Yang Paling  AKBAR dari ALLAH SWT.

Untuk digunakan mensucikan tubuhnya Lahir dan Bathin yang penuh dosa di sisi ALLAH SWT.
Makanya beliau selalu berdoa:
“ Ya Robby, Dzat Yang Maha Suci, Sucikan Tubuh Lahir dan Bathin ini dengan Maha Sucinya Dzat Mu”
“ Ya Robby, Dzat Yang Maha Suci, Sucikan Tubuh Lahir dan Bathin ini dengan Maha Sucinya Nur Dzat Mu”
“ Ya Robby, Dzat Yang Maha Suci, Sucikan Tubuh Lahir dan Bathin ini dengan Maha Sucinya Nur Muhammad Mu”
“Jika Makhluq Engkau “Telaga AL Kautsar” yang mensucikan diri ini, maka akan menjadi Kotor telaga AL Kautsar karena saking kotor dan saking hinanya Hamba ini”
Namun Mustahil  “Maha SuciNya Dzat ALLAH menjadi kotor jika mensucikan Lahir dan bathin ini”
“ALLAHUAKBAR – A LLAHU AKBAR - ALLAHU AKBAR”
“Maka Sucikanlah Lahir dan Bathin Hamba dan Semua Dosa Hamba,
Dengan Maha Sucinya Dzat ALLAH, ALLAHU AKBAR”
Dengan Maha Sucinya “Nur Dzat ALLAH”, ALLAHU AKBAR”
La Haula Wa La Quwwata illa Billahil Aliyyil Adhiem.